Blog ini boleh dibaca oleh siapapun, yang besar, kecil, muda sampe yang mbah-mbah. Salam Sahabat: Zakiyah Rizki Sihombing

Post Terbaru

SI KECIL YANG PECICILAN

| Jumat, 27 Oktober 2017
Baca selengkapnya »
Sempat berbulan-bulan menghilang dari dunia blogger, dan hari ini aku kembali. Kembaliku berasalan, hari ini aku kembali datang untuk menuliskan suatu kesan tentang temanku yang berulang tahun hari ini, Amal Hayati.



Aku mengenalnya sejak duduk di Madrasah Aliyah (Sederajat SMA). Kami tidak pernah sekelas, tidak satu organisasi atau pun tidak satu permainan tapi entah mengapa aku lupa alasannya, aku dan dia jadi dekat. Yang kuingat dia adalah sosok periang, banyak bicara, suka tertawa, ramah dan pecicilan, mungkin itulah yang membuatku tak pernah untuk enggan menyapanya barang sekali dua kali.

Tahun terakhirku duduk di Aliyah, kelas kami berdekatan, dia sering bertandang ke kelasku untuk menyapa teman-teman lainnya, maklum dia terlalu ramah orangnya. Tidak banyak komunikasi yang terjadi di antara kami secara langsung, hanya saja kami sering saling melempar komentar di sosial media facebook yang sedang ngetren saat itu. 

Kedekatanku dengannya bermula saat kami sama-sama bekerja di salah satu perusahaan media dan digital di Kota Medan. Aku menjadi reporter dan dia editornya. Aku mau pun dia saat itu masih duduk di semester akhir perguruan tinggi yang kebetulan sama-sama di Medan, namun beda instansi.





Setiap hari kecuali Minggu aku bertemu dengannya, muak. Tapi kalau udah lama gak jumpa jadi rindu, sedikiiiiiiiiit. Kebersamaan itu bertahan sekitar 8 bulan, dia memilih lebih awal untuk resign karena berbagai alasan, dan aku menyusul sebulan kemudian, bisa dibilang dia adalah gerbang untuk mempengaruhi teman-teman lainnya ikutan resign hahahaha.

Kalau ditanya apasih Amal dengan teman-teman yang lain?

Yes, aku akan jawab. Anak ini PECICILAN-nya luar biasa, cakapnya banyak, hidupnya selalu bahagia walau kadang suka nangis di balik layar, anak manja emak bapaknya. Tentang pertemanan, dia loyal, selalu tau apa maunya kita, walau kadang suka ngeselin karena untuk momen-momen penting dia nothing. Kalau kebanyakan teman suka ngomongin kita di belakang, ini anak beda, dia ngatain kita nyata-nyata di depan mata kita, “gendut kali kau zeeeeek, itam kali kau, bandal kali, aku cantik kau jelek,” seperti itu misalnya.

Gak heran, karena kejujurannya itu dia punya banyak teman. Cuman sayang, dia masih jomblo sampe sekarang. Semoga cepat dapat jodoh ya jAMALuddin, orang Sumut, harusnya. Udahlah, malas cakap banyak-banyak. Inti tulisan ini Cuma mau ngucapin selamat buat bertambah tuanya kau aja kok.

Happy birthday AMAL, semoga cepat dapat gelar magisternya, kuliahnya lancar, jangan sering-sering ngeluh. Jadi orang sukses yaaaaaaa pokoknya, jangan lupa kawan kalau udah suskes. SEHAT-SEHAT DAN JAGA DIRI BAIK-BAIK DISANA.



SI KECIL YANG PECICILAN

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Jumat, 27 Oktober 2017
With 0komentar

Mengenal Tugas dan Fungsi TNI Bagi Negara

| Selasa, 17 Oktober 2017
Baca selengkapnya »
TNI (Tentara Nasional Indonesia) merupakan sebuah nama bagi angkatan perang negara Indonesia. Terdiri dari tiga angkatan bersenjata yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang dipimpin oleh Panglima TNI.


merdeka.com

Melalui perannya, TNI memiliki kewajiban sebagai alat negara di bidang pertahanan menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. Sementara itu di era modern ini, TNI memiliki tugas pokok berupa operasi militer untuk berperang yakni sebagai berikut:

1. Mengatasi gerakan separatis bersenjata;

2. Mengatasi pemberontakan bersenjata;

3. Mengatasi aksi terorisme;

4. Mengamankan wilayah perbatasan;

5. Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis;

6. Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri;

7. Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya;

8. Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta;

9. Membantu tugas pemerintahan di daerah;

10. Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang;

11. Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia;

12. Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan;

13. Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue); serta

14. Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.

Sementara itu, TNI modern ini juga dikenal sebagai alat bagi negara untuk pertahanan negara itu sendiri. Seperti halnya sebagai penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman penggunaan senjata dari luar dan dalam negri yang kerap kali mengancam kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselematan bangsa. Dalam hal ini TNI berfungsi sebagai penindak segala bentuk ancaman serta sebagai pemulih setiap kondisi yang diterima oleh negara yang menimbulkan kekacauan bagi negara itu sendiri.



Mengenal Tugas dan Fungsi TNI Bagi Negara

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Selasa, 17 Oktober 2017
With 0komentar

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI USU, BANGGAKAN SUMATERA UTARA

| Minggu, 04 Juni 2017
Baca selengkapnya »

Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Keberagaman suku, agama dan budaya menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu kota yang patut untuk dibanggakan, mengapa? Karena para pemuda/i nya banyak berperan penting di dalamnya, salah satunya adalah Sylvi Dhea Angesti.

Gadis yang lahir pada 20 Juli 1996 ini sudah memulai awal karirnya saat berada di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awalnya Dhea hanya sekedar mencoba untuk mengikuti kontes modelling di sekolahnya. Lalu kemudian ia mulai tertarik untuk serius dalam dunia modelling. Ia terus belajar dengan cara otodidak hingga akhirnya ia tidak canggung lagi saat berhadapan dengan orang banyak serta puluhan kamera yang sedang menyorotnya.



Putri pertama dari dua bersaudara ini merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU). Kegemarannya di bidang modeling menghantarkannya dalam mendapatkan gelar Finalis Miss Internet Sumatera Utara 2017, Januari lalu. Tidak hanya itu, ia juga terpilih menjadi Top 15 Miss Internet Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Hotel Inaya Putri, Bali Nusa Dua. 

APJII sendiri memiliki visi dan misi untuk menyampaikan pesan bahwa wanita millenial Indonesia memainkan peranan penting dalam pertumbuhan industri internet di tengah-tengah masyarakat dan budaya Indonesia. Selain berpenampilan menarik, Miss Internet Indonesia haruslah piawai dalam menggunakan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi internet. Maka dari itu, setelah kepulangan Dhea dari ajang tersebut, Ia akan terus mensosialisasikan bagaimana cara menggunakan internet yang baik dan sehat.

Beberapa penghargaan yang pernah di raih oleh Gadis Medan ini antara lain Juara 2 Modelling Ulang Tahun IMSI Fakultas Ilmu Budaya USU 2011, Top 20 Cover Girl Aneka Yess 2012, Medan Fashion Week 2012, Juara Harapan 2 Pemilihan Wajah Eksotika Sari Ayu Martatilaar, Juara 3 Modelling IM3 SUMUT, Juara 2 Modelling Yamaha SUMUT dan Hijab Model Hunt Jawa Timur 2015. Hingga pada akhirnya kemampuan tersebut bisa menghantarkannya mencapai gelar Top 15 Miss Internet Indonesia 2017.

Menjadi salah satu Top 15 Miss Internet Indonesia 2017 merupakan suatu hal yang menambah rekam jejak pencapaiannya di dunia modelling. Sebagai Miss Internet ia dituntut harus cakap dalam berbicara serta pengetahuan yang baik dan kemampuan untuk mensosialisasikan tentang dunia internet kepada seluruh lapisan masyarakat. Karena pada dasarnya, Miss Internet sendiri lebih mengedepankan tentang wawasan para wanita dan pengetahuan yang luas dalam bidang itu sendiri. 

“Dhea bangga menjadi bagian dari Top 15 Miss Internet Indonesia 2017, berharap kedepannya bisa kasi yang terbaik untuk masyarakat atau warga Sumatera Utara. Dengan adanya sosialisasi yang akan dilakukan nanti, Dhea ingin seluruh lapisan masyarakat mau membantu untuk menjadikan Sumatera Utara yang cerdas dalam berinternet” tuturnya. 

Sumatera Utara khususnya Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara patut berbangga karena memiliki salah satu pemuda yang semangat akan perubahan yang lebih baik lagi. Dhea yang memiliki hobi travelling dan membaca ini juga mengatakan bahwa tanpa dukungan orang tua, dia tidak akan bisa mengembangkan bakatnya di dalam dunia modelling. “Ayah dan Mama Dhea selalu mendukung. Mereka bahkan hadir saat lomba diadakan. Mereka menemani Dhea dari dulu hingga sekarang. Tujuan Dhea saat ini ingin membuat mereka bangga dengan cara membantu unttuk memajukan pengetahuan tentang internet sehat di kalangan masyarakat Sumatera Utara” tutupnya.

Text dan foto : Glanz Publisher

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI USU, BANGGAKAN SUMATERA UTARA

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Minggu, 04 Juni 2017
With 0komentar

KAU YANG DULU BUKANLAH KAU YANG SEKARANG

| Jumat, 17 Maret 2017
Baca selengkapnya »
Halo Risa, perempuan judes yang sejak 8 tahun lalu aku kenal pendiam, imut, pintar, baik hati. Tapi sekarang, jangan ditanya hahaha hilang semua penilaian-penilaian suci itu untukmu, karena Risa yang kukenal sekarang banyak kali perubahannya, mulai dari ujung kaki sampek ujung kepala. Maafkan aku, memang harus jujur kali untuk yang satu ini.

Eh eh tapi tunggu dulu, hari ini aku sengaja mau bahas tentang Risa alias Risa Fitrijayati ST berhubung doi lagi ulang tahun. Iya sih dia pasti pengennya aku bahas yang baik-baik kali ini, tapi jangan harap....akan kubongkar semuanya hahahahaha.

Jadi, Risa ini adalah kawanku waktu dulu SMA, eh enggak..Madrasah Aliyah lah lebih tepatnya. Aku kenal dia udah dari kelas X tapi emang aku gak mau ramah-ramah sama dia karena keliatannya anaknya pintar terlihat dari jerawatnya yang subhanallah waktu itu, menyimbolkan kestresannya belajar belajar dan belajar. Nah, karena dia anak pintar, apalah dayaku yang anak biasa-biasa aja, ya kayak segan gitulah mau nyapa-nyapa. Karena kebetulan waktu itu dia agak dekat sama kawan dekatku, Rahmi namanya, makanya lah kadang-kadang ya agak sok ramah lah aku sama dia.

Nah rupanya entah kekmana ceritanya, pas naik kelas XI aku jadi sekelas sama si Risa ini, disinilah aku tau kekmana dia aslinya. Iya, betul lah memang dia pintar apalagi Fisika, Matematika, Kimia, pokoknya IPA-ers banget lah. Kayaknya sih pintarnya emang turun temurun dari keluarganya hahaha. Walaupun termasuk golongan anak pintar, dia gak mau duduk di depan kayak anak teladan, malah milih duduk paling belakang dan sebangku sama si Widya. Yang paling kuingat asal jam keluar menmaen (istirahat) dia sukak suntuk menyuntuk mukaknya karena kawan sebangkunya nongkrong sama cemewewnya, jadilah si Risa melalang buana samaku dan kawan-kawan lainnya. Mulai dari belik jajan, kombur sampek tasmi’ tasmi’an (anak madrasah pasti paham maksudnya.

Mulai saat itulah kedekatan kami berlangsung, pelan-pelan aku jadi tau selain pintar ternyata dia baik orangnya, sepaket sama hatinya yang mudah tersentuh. Loh, kenapa tersentuh? Ia, ini perihal pe-ra-sa-an si Risa yang mudah kali tersentuh dan akhirnya luluh. Contohnya, “perlu kujelaskan nggak cha? Keknya udah paham lah ya, takutnya kalau kuceritakan nanti kau flashback dan teringat lagi sama doi yang sudah membuatmu patah hati berkeping-keping.”

Ya gitulah pokoknya tentang Risa versi jadulnya. Terus terus gimana sih Risa yang sekarang di zaman modern ini? Em jangan ditanyaaaaak, payah bilanglah wkwkw. Dulu itu dia agak bohayan, pas masuk USU jadi bekurang dagingnya dibante jadi anak Teknik yang kuliahnya tak tanggung stressnya. Dulu, dia anaknya kalem, kebiasaanya kemana-mana pake rok, kalau pun pake celana ya celana bahan, kebayangkan gimana Risa versi jadulnya? Semenjak kuliah, dia udah belajar jadi anak bandal, pake jeans dan tiba-tiba jadi fashionable, tekejot jugak awak nengoknya yekan, ya itulah namanya transformasi *eak.

Bedanya lagi Risa versi jadul sama versi sekarang apa sih? Sekarang hatinya udah ga selembut dulu, dia udah bisa cakap ceplos-ceplos mencurahkan isi hatinya, mungkin biar gak nyimpan beban banyak-banyak di dalam hatinya hahaha. Aku jadi curiga, mungkin karena itu juga lah makanya pipinya sekarang udah kinclong tanpa jerawat.

Dan, yang paling beda dari Risa adalah makeupnya. Bukan lagi....., kalah lah gaya awak sama dia ckck, sekarang yang pandean dia besolek we, semua tentang makeup paham dia. Mungkin karena udah usia pantas mencari jodoh makanya dia berani tampil beda. Salut lah pokoknya sama perubahan Risa dari masa ke masa.

Satu yang ENGGAK BERUBAH dari seorang Risa adalah kesetiaannya. Kalau bahas ini aku mau terharu aja bawaannya, karena apa...karena dia adalah kawan yang peduli menurutku. Aku ingat betul waktu dia bantuin aku buat ikutan tes perguruan tinggi, dari awal sampe akhir, intinya sama-sama berjuang dan emang dia lah yang paling semangat sampek rela pulang perpisahan sekolah lebih awal sementara kami masih heboh foto-foto di sekolah hanya karena pengen nengok pengumuman kelulusan. Atas izin Allah, sesampainya di rumah telpon darinya lah yang buat aku gemetaran, LULUS di USU...begitupun dengan dia. Makasih ya Risa boneng. “Udah ya, cukup paragraf ini aja aku muji-muji kau sa.”

Pas lah tepat aku siap muji-muji kau sa, tiba-tiba masuk BBM-mu kek gini. Apa gak bangke kali kau hahaha.

Intinya, Risa itu kawan, teman, sahabat sehidup mati yang baik hati, yang selalu ada, yang selalu sukak cerita panjang lebar sampek awak gak sempat becakap, yang hobinya peduli, ah banyakah pokoknya. Tetap jadi Risa yang baik yaaaaaaaaaaaaaaaa.

Happy birthday Cha, semoga 23 TAHUN mu selalu berkah kayak Zakiyah Berkah, semoga tahun ini adalah tahun keberuntunganmu baik itu dalam hal jodoh pekerjaan maupun jodoh pernikahan. Segala yang baik buatmu, segala yang gak baik jangan diikuti, segala yang suka dan duka ayok sini dibagi. Aku tunggu di Jakarta, sama-sama ngadu nasib biar kita tahu gimana kejamnya dunia dan gimana indahnya nusantara.


Happy birthday Risanya Zakiyah, salam rindu dari triliun kilometer.

KAU YANG DULU BUKANLAH KAU YANG SEKARANG

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Jumat, 17 Maret 2017
With 0komentar

Mengulang Kenangan Di Mopen Jait Community

| Selasa, 28 Februari 2017
Baca selengkapnya »
Di antara kita semua pasti memiliki keinginan untuk mengulang kenangan, apalagi kenangan itu adalah kenangan yang berkesan. Serasa ingin kembali ke masa lalu, masa yang telah mempertemukan kita dengan orang-orang baik tentunya. Padahal ya, dulu waktu SMP aku pengen banget cepat-cepat SMA, giliran udah SMA pengennya cepat kuliah, eh udah kuliah malah pengen banget balik ke masa-masa sekolah.
Ilustrasi Mopen Jait

Tapi kalau ditanya tentang masa mana yang paling berkesan, tentu masa-masa di SMP dan SMA deh sama sernya, sama banyak kisahnya, mulai dari cerita sedih, takut, terharu, senang, gokil bercampur jadi satu di masa sekolah.

Nah, ntah kenapa akhir-akhir ini aku justru rindunya sama masa SMA, eh bukan SMA sih tapi madarasah aliyah, karena kebetulan masuknya di sekolah agama. Tahu ga sih apa yang paling berkesan dari masa aliyah, mungkin satu di antaranya adalah masa ketika aku disatukan dengan orang-orang di satu angkutan transportasi yang sama.

Kebetulan jarak dari rumahku ke madrasah itu berkisar antara 20-40 menit, tergantung dari kecepatan yang digunakan. Karena dulunya masih unyu-unyu dan belum dibolehin bawa kereta (sepeda motor) sendiri, ya rata-rata orang-orang di kampung yang sekolahnya di kota (arah Kisaran) selalu menumpang dengan satu angkutan yang sama karena kebetulan hanya mopen (angkot) itu yang selalu baik mengantar kami untuk menempuh pendidikan (*bahasanya kayak rajin belajar, haghaghag) di Kisaran.

Pak Jait (Jaiz)

Ya, kami menamainya mopen Jait karena supirnya sendiri bermarga Panjaitan. Setiap pagi Pak Jait (panggilan akrabnya) lah yang mengantar kami ke sekolah. Biasanya Pak Jait beroperasi mulai dari sekitar pukul 06.00, dari arah Simpang Plasmen baru kemudian menjemputi setiap orang dari kami di depan rumah masing-masing, rasanya istimewa kan dijemput tiap pagi bahkan menariknya kadang ditungguin kalau belum siap. Aku sendiri pernah kesiangan bangun sementara Pak Jait udah nunggu di depan, jadi mau gak mau bawa sepatu dan sarapan dibawa ke dalam mopen, (sarapan dan pake sepatunya di mopen gitu). Tapi ada juga yang udah ditungguin tapi gak nongol-nongol, ntar pas mopennya udah jalan baru orangnya nongol, biasanya mopen tetap dikejar sama penumpangnya.

Biasanya muatan untuk sebuah mopen tidak lebih dari 17 orang, tapi mopen Pak Jait mampu menampung lebih dari 20 orang. Hah, kok bisa? Padahal orang di dalamnya gak kecil-kecil semua, termasuk aku. Itulah menariknya, setiap jeda tempat bisa digunain buat tempat duduk, bahkan sampai atap mopen sekalipun. Belum lagi banyak di antara yang cowok-cowok lebih memilih untuk gantungan di pintu dibandingkan harus duduk di dalam. Kalau kata si Arief Dermawan sih biar bisa caper alias cari perhatian sama cewek-cewek hahahaha. Resikonya kalau udah mau nyampek Simpang Kawat ya mereka harus turun atau nunduk, nymepil dan timpah-timpahan di dalam, takut ada razia :D. Tapi iya sih gantung di mopen itu emang enak banget, aku pernah nyoba pas pulang sekolah, kebetulan banyak yang pulang sore jadi mopen sepi hanya ada sepuluhan orang aja, eh ternyata emang enak serasa kayak kernet sambil bilang “teluk dalam-teluk dalam.”

Sebenarnya kalau disuruh milih, aku sendiri sih lebih memilih untuk duduk di sudut, biar bisa tidur terus nyenderin kepala ke speaker belakang meskipun mopen Pak Jait selalu full music sampek sekolah. Kok bisa tidur dengan suara keras begitu? Ya bisa lah namanya juga ngantuk. Bukan Cuma aku kok yang tidur, beberapa di antaranya juga tidur karena mungkin bangun paginya kecepatan hahaha.

Kadang tuh, aku memaksakan buat gak tidur kalau emang ada PR atau hapalan yang harus dikerjain. Teman-teman yang di mopen juga banyak yang begitu, bahkan ada yang menjahit tugas keterampilan di dalam mopen. Gak heran, selain sebagai jasa angkutan, mopen Jait udah seperti rumah kami sendiri.

Lain lagi kalau pas jam pulang sekolah, kita kan udah ditungguin tuh di depan gerbang tapi tetap aja ada yang lama datang, dan mayoritas yang lama datang itu pasti karena beli Jajan dulu di depan MAN, termasuk aku. Itu karena mopen jait kan gak bisa diajak balap jadi bakal lama nyampek rumah, biar gak keburu kelaparan sih dan juga bair enak bisa nyenyak tidurnya di mopen. Atau biar lebih lomak menggosipnya sama kawan-kawan, pas pulak jam pulang sekolah kan selalu panas dan hot di dalam mopen, menjadi pelengkap panasnya gosip.

Apa sih bedanya mopen Jait dengan mopen lainnya? Jelas banget bedanya. Berikut penjabarannya:

11.Mopen Jait Full Music, spekernya emang keras keterlaluan tapi enak, biasanya musik diputar pake hape kami secara bergantian. Lebih tepatnya pake hp yang jomblo, karena kalau gak jomblo pasti dipake buat SMS-an *waktu itu bbm, Line belum hits kayak sekarang.

22.  Penumpangnya cuma kami-kami aja, jarang banget orang lain naik (karena udah gak muat)

33. Mopennya gak cantik, tapi nyaman lah buat tiduran, karena yang penting bisa sampek aja di sekolah udah paten. Eh tapi aku pernah lho naik mopen Jait ini ke Medan, dan supirnya emang Pak Jait :D

44. Mopen Jait suka mogok, gak suka sih tapi lebih tepatnya hobi. Jalannya juga lama, maklum umur Mopen Jait udah tahuhan, mungkin dia udah renta apalagi setiap hari harus dipakai dan dinaiki oleh puluhan orang. Tapi kami tetap loyal, meskipun sering mogok kami tetap gak mau dioper ke mopen lain meskipun kami harus menanggung resiko terlambat ke sekolah. Dan tentu yang menjadi korbannya adalah cowok-cowok, mereka disuruh bantuin dorong sampek mopennya idup lagi hahahaha. Lagian kalaupun telat, ya telatnya barengan (kebetulan mayoritas penumpangnya sekolah di MAN Kisaran, ada juga yang di Islmaiyah, SMP 6, SMA N 2). Kalau aku sendiri ga takut lagi kalau telat, paling dihukum bareng-bareng, disuruh nyabut rumput atau baca yasin barengan misalnya hihihi, duh kan rindu.

55. Mopen Jait setia, kami selalu ditungguin. Baik itu pergi maupun pulang sekolah. Menariknya lagi kami ditunggu di depan gerbang sekolah jadi gak perlu repot untuk jalan ke Simpang UNA.

Dan, satu hal yang membuat mopen Jait itu beda banget dengan mopen lainnya. Di dalamnya banyak yang cinlok alias Cinta Lokasi. Kayak misalnya Dini sama Azrun, Azrun sama Dian, Arief sama Mela, Raty sama Bg Ismawanto, Nilfa sama Bg Sani, terus siapa lagi ya? Sampai sekarang belum terungkap sih semuanya hahaha. Jadi cerita tentang mopen Jait bukan sekedar angkutan biasa, tapi juga tentang banyaknya kisah kasih di dalamnya.

Mopen Jait itu penuh kesan, terutama bagi kami..penumpang yang paling setia ini hahaha. Selain itu kami juga kompak sama supirnya, kayak misalnya ada yang lagi pedekatean, bangku depan pasti sengaja di stel udah ada yang mau duduk padahal kosong biar yang lagi pedekatean duduknya samping-sampingan, kami juga kalau disuruh geser gak bakal mau karena udah sekongkol sebelumnya hahaha.
Oh iya, aku juga pernah kenak korbannya, jadi tiba-tiba aja mopennya berenti dengan alasan mogok atau mau ganti oli gitu deh, yaudah deh karena udah biasa mogok aku pun gak curiga. Tapi kok kulihat Pak Jait malah senyum-senyum pas bongkar mesinnya, eh rupanya aku yang kenak kerjain, malah kenak siram sama tepung, dan telur berhubung lagi ulang tahun. Semuanya udah sekongkol duluan, jadi aku harus pulang dengan pakain yang kotor dan menjijikkan (habisnya dulu kalau ulang tahun emang musim disiksa begini), untung aja banyak yang ngasi kado jadi mau marah pun gak jadi wkwkwk.

Sekarang, para penumpang Mopen Jait udah pada berpergian. Ada yang masih kuliah, ada yang s2, ada yang udah kerja, ada yang merantau jauh, ada yang pengangguran, ada yang jadi tentara, dan ada juga yang udah meninggal. Al Fatiha baut saudara kita Immanuddin, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, Aamiin.

Dan ternyata masing-masing dari kita juga udah banyak yang berubah, kayak misalnya yang dulu cinlok-an udah pada putus, ga ada satu pun yang masih pacaran. Ada yang dulunya gendut banget sekarang udah langsing, ada yang dulunya keriting sekarang udah lurus, ada yang dulunya pendiam eh sekarang udah jadi tentara aja, dan yang kalah penting ada beberapa orang yang udah NIKAH. Yang jomblo kapan nyusul? *usap-usap dada.

Kesan mereka tentang Mopen Jait : 
Khairul Abdi Bugis



Khairul Abdi Bugis “Hal yang paling berkesan itu pas ban mopennya bocor, apalagi waktu di Pasar Mereng terlihat kali kebersamaannya karena nggak ada yang mengutamakan ego masing-masing biar gimana sampek ke sekolah dengan naik angkot lain. Tapi semua sabar menunggu ban diganti walaupun sama-sama dihukum sama Pak Ika dan Pak udin.”









Tria Windiani





Tria Windiani “Yang paling berkesan itu kalok pulang sore rame-rame ada aja pembahasan yang lucu-lucu, ketawa-ketawa bareng, udah gitu kalau lagi galau pasti ada aja lagu di mopen yang bikin baper.”







Riska Utami Damanik



Riska Utami Damanik “Mopen Jait itu tiap pagi selalu lewat ke simpang dengan suara musik yang keras, pertanda kalau mopennya bentar lagi mau pergi ke Kisaran kan, karena kalau ada musik yang kuat pagi-pagi di jalan itu pasti mopennya Pak Jait.”






Dinda Lubis





Dinda Lubis “Yang paling berkesan adalah ketika ketinggalan mopen Pak Jait lalu ngejar sampek Simpang Kawat hahahah.”










Herti Maira Bugis
Herti Maira Bugis “Hanya naik mopen Pak Jait aku pernah merasakan ban bocor saat mau pigi sekolah, merasakan terlambat karena pas mopen Pak Jait gak lewat. Terus di mopen Pak Jait juga aku pernah merasakan belajar dengan dibunyikannya musik yang lumayan keras bersamaan dengan orang yang menggosip, ada tentang cowoknya, gebetannya, dan gurunya yang sering ngasih tugas dan hapan.”





Arief D Hasibuan



Arief D Hasibuan “Suka merasa kesal kalau sudah sampai rumah atau sekolah, pengennya perjalanan jauh jadi bisa lama-lama di mopen Pak Jait. Namun yang paling berkesan itu ya kalau lagi mogok, asik aja gitu dorong rame-rame jadi gak malu haha.”






Chyntya Dewi Panjaitan





Chyntya Dewi Panjaitan “Mopen Bang Jait itu penolong buat aku, soalnya kan mopen dari Air Batu gak ada dan nemunya ya mopen Jait ini, meskipun harus di antar sama ayahku dulu kan ke Teluk Dalam.”














Azrun Harisyah Sinaga “Kesabaran sang sopir dalam menghadapi pelanggan, keramahan, kebersamaan yang kompak.”













Elvina Aprilia Sinaga
Elvina Aprilia Sinaga “Yang paling berkesan banyak, tapi yang paling diingat waktu pulang hujan-hujan selesai kegiatan ekstra hari Jumat, posisinya magrib, hujan deras kita dijemput Pak Jait dan penumpang di dalamnya udah melebihi kapasitas, termasuk Umi Weeya juga. Ada juga yang berkesan waktu Kak Eky ulang tahun dan kita berenti di sawit-sawit, hahaha. Oh ada lagi kejadian pas ada yang melempar puntung rokok ke KUPJ terus KUPJ nya nyerempet di daerah Teluk Manis, padahal yang di dalam mopen katanya gak ada yang ngerokok dan akhirnya jadi berantem. Saat itu di dalam angkot cowok semua, ceweknya cuma awak sama Irma dan akhirnya semua pada jadi sok jantan bantuin Pak Jait supaya gak disalahin sama supir KUPJ dan akhirnya KUPJ nya pergi karena salah tuduh, tapi menurutku keknya yang buang puntung rokoknya si Azrun la tapi dia gak ngaku, hahahaha.”
Zakiyah Afni Sihombing

Zakiyah Afni Sihombing “Mopen Jait itu adalah angkot yang paling hits saat itu, kalau dengar nama Mopen Jait pasti ingat mogok di tengah jalan, tapi karena mogok kelihatan kerjasamanya, sama-sama nyorong maksudnya. Penumpang Mopen Jait itu istimewa daripada yang kain karena kalau naik Mopen Jait pasti disambut sama Pak Udin , disambut karena datang terlambat. Satu lagi, Mopen Jait itu tempat ajang cari jodoh, banyak cinlok.”




Zakiyah Wardah Sihombing



Zakiyah Wardah Sihombing “Yang paling berkesan itu saat terlambat masuk sekolah sampek jam 8 karena mopennya mogok di Sentang, Terus dihukum bareng sama guru BK.”






Dini Ramadhani
Dini Ramadhani “Yang paling berkesan di Mopen Jait itu, mih menurut aku pribadi yah. Bisa punya banyak temen yg koplak dan care care deh. Terutama si doy itu koplaknya pake bingit. Yg kadang kalok dalem mopen itu tiba tiba diem kalok pas lagi ada cewek yg ditaksirnya. Dan tiba tiba bisa ketawa cekikikan kalok pas lagi bolong pantatnya mungkin yah hihi. Sorry yah bg doy yah. Terus nih bisa punya temen kek si atu ala itu luar biasa bingit. Dia yg jodoh jodohin aku sampek akhirnya aku pacaran sama si anak bandel azrun dan bs bertahan sampek 5 tahun. #curcol sedikit yah hihi. Eh tapi makasiya atu ala. Berkat dirimu aku banyak belajar tentang noh si azrun yg sampek skrg gak bs dibilangi hihi. Terus buat si azrun sinaga nih, khususon thank you, walaupun 5 tahun ini udh lebih banyak makan hatinya tapi banyak senengnya juga sih kenal samamu. Kalok kata mereka sih cintaku nemplok nang angkot yah hihi. Pokoknya terindah deh wkwkw. Tapi itu dulu yaw, semenjak putus kan blm pernah blg makasi. Karena si atu ala minta kesan gimana di jait dulu. Aku cantolin deh sekalin. Makasi yah abg gopur yg udh pernah buat aku nangis, seneng seneng bareng elu hihi. Pokoknya kalok bisa diulang aku pengen ngulangnya sehari aja. Ngulang naek angkotnya yak bukan ngulang percintaannya wkwkw.” (DINI LAGI CURHAT)


Fitriani Tanjung “Jait community itu kumpulan anak yang pada semangat sekolah jauh , yang punya mobil pribadi milik bersama. dan yang paling berkesan di jait community itu semangat subuh buat nunggu angkot di simpang demi bisa naik angkot bareng jait community, dan paling lucunya kalok satu orang aja telat stand by nunggu angkotnya jait bisa bikin kitanya pada telat masal. gak bakal lupa pernah lari lari an ngejar angkot wak jait.  berasa susah 3 tahun SMA tanpa wak jait dan rindu sama masa masa yang kayak begitu .

Nah itu dia kesan-kesan dari sebagian besar penumpang penumpang Mopen Jait. Oh iya buat kalian yang merasa penumpang Mopen Jait dan pengen nostalgia bareng kita silahkan add line aku ya idnya atuala. Kita punya grup Jait Community, yang bisa buat klen golak-golak bareng ngingat masa lalu. Semoga kita tetap solid, sukses dan buat yang jomblo semoga segera mendapatkan tambatan hatinya, ntar kalau punya anak, pigi sekolahnya naik Mopen Jait aja ya.

Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kalian semua tentang indahnya kebersamaan naik Mopen Jait. Kapan-kapan kita meet up ya. Oh ia andai aja Pak Jait baca tulisan ini, kira-kira bakal komen apa ya hahahaha. Semoga sehat terus buat Pak Jait beserta mopennya, Aamiin.


Salam sayang dari penulis, Zakiyah Rizki Sihombing “langsing”.

Zakiyah Rizki Sihombing

Mengulang Kenangan Di Mopen Jait Community

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Selasa, 28 Februari 2017
With 0komentar
Prev
▲Top▲